MERDEKA SEBUAH SLOGAN

MERDEKA SEBUAH SLOGAN

Merdeka berarti  bebas dari segala intimidasi,  bebas dari keterkukungan,  bebas dari kemalasan,  bebas menentukan sikap, bebas memilih,  bebas berpendapat, namun semua kebebasan berlandaskan pada nilai nilai sosial dan hukum yang berlaku di Negeri kita tercinta.  

Mari kita bertanya pada diri kita sendiri! Apa saat ini kita sudah merdeka?  Kalau menurut saya belum.  Apa kita sudah merdeka untuk berpendapat? Jawabannya belum? Pendapat yang berseberangan dapat menimbulkan petaka bagi kita. Apakah orang bergelar tinggi lebih bijak menerima saran?  Oh tidak juga.  Semuanya kita kembalikan kepada diri pribadi.

Merdeka saat ini bukan lagi kita maknai bebas dari negara lain yang menjajah, merampok di negara kita.  Tapi merdeka saat ini kita maknai bagaimana  kita bisa berkarya dengan nyaman dan didukung oleh negara. 

Merdeka jika anak-anak di negeri ini dengan keahlian  dapat bekerja memajukkan negeri sendiri, tidak lagi memikirkan setelah tamat,  mau kemana? Punya koneksi alhamdulillah... tidak punya koneksi tenggelamlah bersama keahlian  dan cita-cita  masa depan mereka. Begitu banyak anak negeri ini yang cerdas,  namun harus terbelenggu  karena ketidakberdayaannya.

Generasi emas

Merdeka apabila anak di negeri ini, mencintai negerinya,  merasa bangga menjadi anak Indonesia,  tidak ingin hijrah ke negeri lain untuk  mencari sesuap  nasi,  cukuplah dia berkarya di negerinya sendiri karena negerinya kaya raya. Tongkat,  kayu dan batu jadi tanaman,  begitu kaya negeri ini. Bongkahan  emas,  paru-paru  dunia,  daratan yang subur,  laut yang luas. Sepantasnyalah kita rakyat indonesia makmur,  merdeka dari kemiskinan.

Begitu berat makna kemerdekaan dan negara harus hadir untuk  mewujudkankan. Sehingga  tidak hanya merdeka sebagai sebuah slogan.
Dirgahayu ke -75 Republik Indonesia. 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.